Kamis, 30 Mei 2013

Pilih Pintar atau Beruntung??


"Orang pintar belum tentu beruntung". Itulah pepatah orang Jawa yang sering kita dengar selama ini. Maksud dari pepatah tersebut adalah sepintar apapun orang pasti lebih kalah dengan orang beruntung dan orang yang prihatin. Atau seperti halnya pepatah "sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga". Maksud dari pepatah tersebut adalah sepandai-pandai manusia pasti ada kelemahannya, Allah SWT menciptakan manusia ada kekurangannya, walaupun dapat tertutupi oleh kepintarannya.

Nah, sekarang Anda memilih pintar (pinter) atau beruntung (bejo)??

Orang yang pintar apapun dengan tidak dibarengi laku prihatin, tidak akan seberuntung orang bejo. Orang yang beruntung banyak sekali laku prihatin yang dilakukan, mulai dari puasa, sesirih, bertapa, dll. Orang pintar juga ada yang beruntung, tetapi hanya beberapa persen. Kebanyakan orang pintar itu melakukan prihatin sejalan dengan aktivitas sehari-harinya. Banyak orang yang sekarang merasa dirinya paling pintar atau paling jago, tetapi suatu saat entah ia dewasa atau tua pasti akan mengalami hal yang tidak seberuntung orang bejo.

Laku prihatin itu penting dilakukan dalam kehidupan. Laku prihatin adalah salah satu cara pendekatan diri kepada Sang Pencipta agar memperoleh derajad ilmu yang lebih tinggi, dapat mengendalikan emosi, mengendalikan hawa nafsu, menjadi lebih arif bijaksana, memaksimalkan energi yang telah dikuasainya, dan lebih peka terhadap sesuatu baik atau buruk yang secara tersirat atau tersurat. Dalam memaknai atau menjalankan laku prihatin sangatlah berat, kita harus mampu mempertahankan jati diri sendiri.

Kebanyakan orang, sekarang laku prihatin sudahlan tidak perlu, atau bahkan sudah ditinggalkan. Ada yang berkata "Untuk apa prihatin?? (Nggo ngopo prihatin??), Prihatin masih jaman?? (Isih jaman prihatin??) atau yang lainnya. Salah kaprah yang mereka pikirkan sekarang. Prihatin dapat membentuk jati diri, apakah Anda sudah puas dengan kehidupan sekarang?? coba Anda pikirkan, Anda hidup darimana? Bukankah dari kedua Orang tua Anda?? Ibu Anda juga prihatin selama 9 bulan 10 hari untuk mengeluarkan Anda dari rahim ke dunia ini. Apa balas budi Anda kepada kedua orang tua Anda? selain memberikan hal-hal yang terbaik?? Prihatin bukan?? Kepuasan duniawi seakan membodohi kita, kita melupakan laku prihatin.

Agama Islam masuk ke pulau Jawa juga berasal dari laku prihatin para Wali Songo. Wali Songo berjuang keras syi'ar agama Islam agar dapat diterima masyarakat Jawa. Mulai dari dakwah di masjid, melalui dakwah dengan wayang, melalui dakwah dengan gamelan, melalui lagu macapat, dll. Orang jawa yang kebanyakan memiliki aliran kepercayaan dan beragama Hindu sulit untuk menerima agama Islam, tetapi lama kelamaan dapat menerima agama Islam berkat kerja keras Wali Songo.

 Bersambung.... :)
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, dan memberikan kritik serta saran :