Kamis, 30 Mei 2013

Laporan Praktikum Kimia

BAB III
MATERI DAN METODE

Praktikum Kimia Dasar dengan materi Pengenalan Analisa Kuantitatif dan Karbohidrat dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 27 Oktober 2012 pukul 07.00-09.30 WIB, materi Protein dan Lemak dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 11 November 2012 pukul 16.30-18.30 WIB di  Laboratorium Fisiologi dan Biokimia Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang.

3.1.   Materi
Materi yang digunakan dalam praktikum kimia dasar dengan materi analisa kuantitatif, karbohidrat, protein dan lemak adalah buret yang berfungsi untuk melakukan titrasi (sebagai wadah untuk zat yang dipakai untuk menitrasi), statif yang berfungsi sebagai alat untuk menyangga buret saat melakukan titrasi, erlenmeyer 100 ml sebagai tempat untuk menampung zat yang akan dititrasi, labu ukur yang digunakan untuk membuat larutan standar dengan volume tertentu secara tepat, pipet volume 10 ml yang digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu, pipet tetes yang berfungsi untuk mengambil larutan dalam jumlah kecil, tabung reaksi yang berfungsi sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia, rak tabung sebagai tempat meletakkan tabung reaksi, kaki tiga untuk penyangga spirtus, penjepit untuk menjepit tabung reaksi, gelas beker 250 ml yang diisikan dengan aquades untuk mendinginkan larutan dalam tabung reaksi setelah dipanaskan. Sedangkan bahan yang digunakan dalam praktikum adalah 7 Asam Oksalat (H2C2O4), NaOH 0,1N, Fenolftalein (PP) 1%, Asam Cuka, glukosa, fruktosa, laktosa, manosa, sukrosa, madu, sirup, Fehling A, Fehling B, pereaksi Benedict, Asam Pikrat, aquades, putih telur, susu murni, NaOH 10%, CuSO4 0,5%, FeCl3, HgCl2, mentega, margarin, minyak kelapa, lemak (gajeh), Na2CO3, alkohol, eter, kloroform dan air sabun.

3.2.  Metode
3.2.1.  Analisa kuantitatif
3.2.1.1.Standarisasi NaOH dengan larutan asam oksalat standar,  Metode yang dilakukan dalam praktikum adalah dengan cara Standarisasi NaOH dengan Larutan  Asam Oksalat Standar dan Penetapan Kadar Asam Cuka. Pada standarisasi NaOH dengan larutan asam oksalat standar, metode yang dilakukan adalah dengan cara menimbang dengan tepat 0,63 gram asam oksalat (H2C2O4.2H2O), kemudian melarutkannya ke dalam aquades dan mengencerkannya menjadi 100 ml dengan labu takar. Mengisikan larutan asam oksalat ke dalam buret. Memipetkan 10 ml NaOH dan memasukkannya ke dalam erlenmeyer 100 ml, kemudian menambahkan 3 tetes indikator Fenolftalein. Kemudian menitrasi larutan tersebut dengan asam oksalat standar sampai warna merah indikator tepat hilang. Mencatat volume asam oksalat yang diperlukan. Melakukan titrasi sebanyak 2 kali dan menghitung konsentrasi NaOH yang sesungguhnya.
Selengkapnya bisa didownload di :
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, dan memberikan kritik serta saran :