Minggu, 12 Januari 2014

TINGKAT KEBERHASILAN IB

Tingkat keberhasilan inseminasi ditentukan oleh beberapa hal diantaranya; kesehatan induk sapi, Masa birahi (estrus) sapi betina, pakan dan teknik inseminasi. Kesehatan sapi induk terutama menyangkut kesehatan reproduksi yang ditandai dengan normalnya masa ovulasi (produksi dan pelepasan sel telur), frekuensi ovulasi yang normal adalah 20 – 25 hari sekali. Sapi betina hanya baik diinseminasi pada saat estrus (birahi) saja, pakan yang baik akan mendukung normalnya ovulasi pada sapi betina.

Waktu inseminasi sapi yang paling baik adalah mengikuti pola berikut ini;
  • Jika gejala estrus terlihat di sore hari maka sebaiknya inseminasi dilakukan di pagi hari
  • Bila gejala estrus trlihat di pagi hari maka sebaiknya sapi di IB pada sore hari.

Tanda-tanda atau gejala birahi pada sapi adalah sebagai berikut:
  • sapi gelisah
  • nafsu makan berkurang
  • sering melenguh
  • vulva sapi membengkak dan merah, bila diraba akan terasa hangat
  • sapi yang estrus akan menaiki temannya, bila didekatkan ke sapi jantan maka sapi jantan tersebut akan mendekati sapi betina juga sebaliknya.
Bila tanda-tanda tersebut diatas maka waktu yang baik untuk inseminasi adalah 6 – 12 jam setelah tanda-tanda pertama kali terlihat. Bagaimana jika gejala estrus terjadi di tengah malam? Itu tetap bisa diketahui dengan memperhatikan jejak dan sisa makanan dalam kandang, jika makanan tersisa lebih banyak dari biasanya maka kemungkinan besar sapi betina tersebut mulai estrus di malam hari.
Cara mendapatkan anak sapi jantan atau betina dengan IB:
Jika anda menginginkan anak sapi jantan hasil inseminasi maka sebaiknya inseminasi dilakukan lebih dari 12 jam setelah gejala birahi terlihat. Dan bila menginginkan anak sapi betina maka inseminasi dilakukan di awal terlihatnya gejala birahi. Hal ini belum tentu 100% berhasil, tapi kemungkinan besar akan berhasil. logika yang digunakan adalah perbedaan pergerakan sel sperma jantan dan betina, sel betina akan bergerak lebih lambat dan mameliki daya tahan hidup yang lebih lama dan sebaliknya untuk sel jantan.

WAKTU OPTIMUM UNTUK INSEMINASI
Selain memperlihatkan tanda-tanda birahi sapi betina, maka harus dapat mengawinkan sapi tersebut tepat pada waktunya. Untuk itu harus mengetahui hal-hal berikut : birahi sapi berlangsung kira-kira 18 jam dengan siklus birahi rata-rata 21 hari. .
Adapun ovulasi (saat keluarnya sel telur dari sarangnya) terjadi lebih kurang 12 jam sesudah proses birahi akhir. Sperma sapi jantan diperkirakan bisa hidup dalam alat reproduksi betina lebih kurang 30 jam. Oleh karena itu sperma sapi jantan harus sudah siap 6 jam sebelum terjadi pembuahan
Waktu yang paling tepat untuk mengawinkan ternak adalah 9 jam sesudah birahi berlangsung dan 6 jam sesudah birahi berakhir. Faktor yang paling penting adalah pengamatan birahi. Jika gejala birahi telah terlihat maka saat perkawinan atau Inseminasi mudah ditentukan. Jika sapi birahi pada pagi hari maka perkawinan atau Inseminasi harus dilakukan pada hari itu juga. Namun kalau sapi birahi pada sore hari, perkawinan dilakukan esok harinya sebelum jam 15.00 WIB sore.

B. Siklus Berahi dan Waktu Terbaik Untuk Inseminasi.


Siklus berahi.
Telah diketahui bahwa untuk dapat menghasilkan kebuntingan, maka inseminasi tidak dapat dilakukan pada sembarang waktu. Waktu yang terbaik untuk melakukan inseminasi berhubungan erat dengan siklus berahi yang terjadi pada ternak betina.Siklus berahi adalah interval antara timbulnya satu periode berahi ke permulaan periode berahi berikutnya. Pada keadaan normal, siklus berahi pada sapi berkisar antara 18-24 hari atau rata-rata 21 hari, dengan lama berahi antara 12-28 jam atau rata-rata 18 jam.Siklus berahi pada umumnya dibagi dalam 4 fase, yaitu : proestrus (lamanya 3 hari), estrus atau berahi (lamanya 18 jam), metestrus (lamanya 3-5 hari), dan diestrus (lamanya 13 hari). .
  
               Ovulasi                                                                                    Ovulasi  
      18 jam      3-5 hari                               13 hari                                     3 hari     
     Estrus      Metestrus                            Diestrus                         Proestrus    Estrus
                                              Siklus Berahi  pada Ternak Sapi Betina

Waktu Terbaik Untuk Inseminasi.     
Untuk mendapatkan induk yang baik dan anak yang sehat maka perkawinan pertama pada sapi dara baru boleh dilakukan pada saat sapi sudah mengalami dewasa tubuh, kira-kira pada berat antara 170-240 kg, disamping juga sudah mencapai dewasa kelamin.Pada sapi sehabis melahirkan, agar interval kelahiran tidak terlalu panjang (idealnya 360-365 hari) maka 60-90 hari sesudah melahirkan sebaiknya sapi diinseminasi. Apabila terlambat maka interval melahirkan akan menjadi panjang. Hal ini berarti efisiensi reproduksinya menjadi rendah.Waktu terbaik untuk inseminasi berdasarkan waktu berahi perlu diperhatikan agar diperoleh angka kebuntingan yang tinggi. Tidak sepanjang waktu berahi merupakan waktu terbaik untuk inseminasi. Waktu yang   terbaik  untuk   inseminasi   harus   diperhitungkan dengan waktu kapasitasi dan waktu ovulasi. Kapasitasi ialah suatu proses fisiologis yang dialami oleh spermatozoa di dalam saluran kelamin betina untuk mempunyai  kapasitas  atau  kesanggupan untuk membuahisel telur (konsepsi). Ovulasi didefinisikan sebagai pelepasan ovum dari follikel de Graaf. Rata-rata waktu ovulasi adalah segera setelah akhir berahi. 

Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, waktu terbaik untuk pelaksanaan inseminasi adalah mulai dari pertengahan berahi sampai 6 jam sesudah akhir berahi. Dalam praktek, waktu permulaan datangnya berahi tidak dapat ditentukan dengan pasti.

Tabel 1.- Pedoman Waktu Pelaksanaan Inseminasi Buatan.
PERTAMA KALI TERLIHAT BERAHI
 HARUS DI-IB PADA
 TERLAMBAT
 PAGI SORE
 HARI YANG SAMA HARI BERIKUTNYA (PAGI – SIANG)
 HARI BERIKUTNYA BESOK SORENYA

Dari Tabel 1 dapat diuraikan bahwa  sapi betina yang terlihat pertama kali berahi pada pagi hari, harus diinseminasi pada hari itu juga. Apabila baru diinseminasi pada hari berikutnya berarti terlambat. Apabila sapi  mulai terlihat berahi pada sore hari sebaiknya diinseminasi pada hari besoknya pagi sampai siang. Kalau inseminasi baru dilakukan besok sorenya berarti terlambat.Sapi tidak perlu diinseminasi dua kali karena spermatozoa sapi jantan tahan hidup kira-kira antara 30 – 56 jam di dalam saluran kelamin sapi betina.  Apabila diperhitungkan dengan menggunakan pedoman lamanya berahi pada sapi betina, pedoman waktu inseminasi buatan pada sapi dapat dilihat pada Gambar 2. Pada umumnya lama berahi pada sapi betina berlangsung antara 18-19 jam dan ovulasi terjadi antara 10-15 jam sesudah akhir berahi. Oleh karena itu inseminasi buatan tidak boleh dilakukan kurang dari 4 jam sebelum ovulasi atau tidak boleh dilakukan melebihi 6 jam sesudah akhir berahi. Angka konsepsi akan lebih dari 50% apabila inseminasi buatan dilakukan lebih dari 24 jam sebelum ovulasi (sewaktu hewan dalam keadaan berahi) sampai 6 jam sesudah akhir berahi. Angka konsepsi pada sapi yang diinseminasi 10 jam sesudah permulaan berahi adalah sebesar 82%; pada 20 jam sesudah permulaan berahi sebesar 62%; dan pada 30 jam sesudah permulaan berahi sebesar 28%.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, dan memberikan kritik serta saran :