KALEM

Kalem adalah suatu hal yang dilakukan dengan santai tetapi dapat terselesaikan dengan cepat.

AKU YAKIN

Karena keyakinan itu yang membuat diriku ini selalu semangat dan mengerti jalan hidup ini, serta yakin kepada kuasaNya

AKU BISA

Karena bisa itu terbiasa, dari keterbiasaan dari bawah kemudian perlahan naik, serta bisa melakukan yang terbaik di kehidupan

AKU SUKSES

Karena kesuksesan itu dibangun dari diri kita sendiri, yakin bahwa sukses itu karena orang lain, yakinlah pada dirimu sediri.

AKU YAKIN AKU BISA AKU SUKSES

Berangkat dari keyakinan itulah kita dapat terbiasa untuk bisa sukses.

Kamis, 30 Mei 2013

Kotoran Sapi Dibuat Pakan Ikan

http://www.trobos.com/images/artikel/April%202011/Andalan-Air-Laut---Pakan-Ke.gif

Kotoran sapi ternyata tidak hanya bisa diolah menjadi bio gas tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Seperti yang dipraktikkan di tambak milik Rio Albab, 22, di Kampung Kramat, Desa Pakuhaji, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dengan menggunakan bahan baku kotoran sapi, yang kemudian dicampur dengan kulit padi (sekam) dan serbuk kayu, ikan milik Rio dalam satu kali masa panen atau enam bulan bisa menjadi dua kali panen.

Bahkan, menggunakan pakan berbahan kotoran sapi ini membuat kondisi ikan lebih sehat dan lebih besar dibanding ikan yang dihasilkan oleh tambak milik warga lain yang menggunakan pakan pabrikan.

“Pakan berbahan kotoran sapi ini bisa dikonsumsi untuk semua jenis ikan, seperti lele, patin dan lainnya. Kebetulan di sini (Pakuhaji) kami hanya memelihara bandeng,” kata Rio Albab, lulusan Fakultas ekonomi Universitas Indonesia (UI) dan Bisnis di Universitas Groningen, Belanda, Minggu (19/5).

Ikan peliharaanya lebih berkembang dan lebih sehat karena setelah kotoran sapi tersebut dicampur dan diaduk dengan bahan lainnya seperti di atas, dikeringkan terlebih dahulu, kemudian diolah dan dicampur lagi dengan tepung ikan yang mengandung kalsium, karbon (penyerap racun), silikat (pertumbuhan tulang), nitrogen (sirkulasi udara), dan tetes tebu.

Setelah menjadi adonan, kata Rio Albab, selanjutnya dicetak bulat-bulat kecil seperti pakan ikan lainnya yang dihasilkan oleh pabrikan.

“Manfaat tetes tebu, selain untuk mengubah warna pakan dari hitam menjadi kemerah-merahan juga berfungsi untuk mengeluarkan minyak yang mengandung bakteri perangsang pencernaan,” kata Rio yang juga bekerja di sebuah perusahaan kontruksi di Karawaci, Kota Tangerang.

Sumber : Sindo

9 Langkah Pengendalian Penyakit AI


Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Peternakan nomor 17/Kpts/PD.640/F/02/04 tanggal 7 Pebruari 2004 tentang Pedoman Pencegahan, Pengendalian dan pemberantasan Penyakit Hewan Menular Avian Influenza pada Unggas :
  1. Peningkatan Biosekuriti
  2. Vaksinasi
  3. Depopulasi di daerah tertular
  4. Pengendalian lalulintas unggas, produk unggas dan limbah peternakan unggas
  5. Surveillance dan penelusuran (tracing back)
  6. Pengisian kandang kembali  (restocking)
  7. Stamping out (pemusnahan menyeluruh) di daerah tertular baru
  8. Peningkatan kesadaran masyarakat (public awareness)
  9. Monitoring dan evaluasi.

Pengolahan Jerami Padi Sebagai Pakan Ternak Sapi


Jerami padimerupakan limbah pertanian yang sangat potensial untuk dijadikan sebagai pakanternak. Besarnya potensi jerami padisebagai pakan ternak tercermin dari besarnya produksi jerami padi tersebut.Jumlah produksi jerami padi dapat diper-kirakan dari produksi beras. Menuruthasil penelitian produksi jerami padi dibandingkan dengan produksi berasrata-rata 1 : 1.

Jeramipadi bila digunakan sebagai pakan ternak memiliki kelemahan-kelemahan antara lain :Kadar protein kasar rendah, kadar serat kasar, lignin dan silika tinggi, kadarmineral rendah, kecernaannya rendahserta palatabilitasnya rendah.

Pemanfaatan jerami padi sangat bervariasi antara lain :
1. Sebagai pakan baru mencapai 31-39% 
2. Dibakar atau dikembalikan ketanah 36-62% 
3. Untuk Industri / lainnya7-16% 

Agar jerami padi dapat digunakan sebagai pakan ternak perlu ditingkatkan kualitasnya dengan:
1. Memperbaiki nilai nutrisi dan kecernaan;
2. Mengoreksi defisiensi jerami dengan menambahkan nitrogen atau mineral;
3. Meningkatkan ketersediaan energi;
4. Meningkatkan konsumsi dengan cara memperbaiki palatabilitas.

Untuk itu diperlukan suatu teknologi untuk peningkatan kualitas jerami padi sebagai pakan ternak.Teknologi yang diperlukan haruslah : Mudah dan praktis serta ekonomis. Jerami padi yang telah diolah harus lebih murah atauminimal tidak lebih mahal dari pakan lain dengan nilai gizi yang setara.
-- Peralatan yang digunakan tidak mahal atau yang telah dimiliki oleh peternakan
-- Bahan yang digunakan harganya tidak mahal
Proses amoniasi dengan menggunakan larutan urea  berperan untuk : 
1. Menghidrolisa ikatanlignin-selulosa.
2. Menghancurkan ikatan hemiselulosa.
3. Memuaikan atau mengembangkan serat selulosa sehingga memudahkan penetrasi enzim selulosa.

4. Meningkatkankadar nitrogen sehingga kandungan protein kasar juga meningkat
Manfaat Amoniasi
1. Memperkaya kandungan protein 2sampai 4 kali lipat dari kandungan protein semula
2. Meningkatkan daya cerna.  
3. Meningkatkan kuantitas  konsumsi pakan
Cara Pembuatan 

1.   Jerami padi ditimbang dan dipotong-potong/ dicacah (5-10 cm)
2.   Ditambahkan urea sebanyak 6 % dari bobot jeramipadi yang digunakan
3.  Disiapkan air bersih sebanding dengan jumlah jerami padi yang digunakan (30% airdigunakan untuk melarutkan urea)
4.  Silo (dapat berupalubang di tanah, drum, atau plastik besar) sebelum jerami ditumpuk alas padadasar wadah diberi plastik.
5.  Masukkan jerami padi ke silo membentuk lapisan setebal 20 cm,disemprot dengan larutan urea secara merata. Jerami padi disusun dan membentuktumpukan ke atas.
6.  Ditutup dengan rapatmenggunakan plastik dan disimpan selama empat  minggu. 
7. Setelah penyimpanan, tutupdibuka dan jerami padi amoniasi dapat digunakan sebagai pakan ternakruminansia.

PENGOLAHAN JERAMI PADI SECARA BIOLOGIS
Adalah pengolahan jerami padi dengan memanfaatkankoloni mikroba tertentu untuk proses fermentasi jerami padi, misalnya starbio.
Cara Pembuatan
Jerami padi ditumpuk 30 cm, kalau perludiinjak-injak lalu ditaburi urea dan starbio masing-masing 0.6%/berat jeramipadi dan kemudian disiram air secukupnya mencapai kelembaban 60 %, dengantanda-tanda jerami padi diremas, apabila air tidak menetes tetapi tangan basahberarti kadar air mendekati 60 %. 
1. Tahapan point tersebut diulangihingga ketinggian mencapai ketinggian tertentu (minimal 1,5 meter).
2. Tumpukan jerami padidibiarkan selama 21 hari dan tidak perlu dibolak-balik.
3. Setelah 21 hari jerami padi dibongkar laludiangin-anginkan atau dikeringkan.
4.Jerami padi diberikanpada ternak sapi atau dapat disimpan sebagi stok pakan.